Yolanda Kano

February 2, 2009

pemilik facebook yang jadi kaya raya

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 4:01 am

Mark Elliot Zuckerberg (lahir 14 Mei 1984) adalah seorang programer komputer dan pengusaha asal Amerika Serikat. Ia menjadi kaya di umurnya yang relatif muda karena berhasil mendirikan dan mengembangkan situs jaringan sosial Facebook dengan bantuan teman Harvardnya Andrew McCollum dan teman sekamarnya Dustin Moskovitz dan Crish Hughes. Saat ini ia menjabat sebagai CEO Facebook.

Usia Mark Zuckerberg baru 24 tahun, tetapi ia bisa menghasilkan 1,5 miliar dollar AS. Keberhasilan pria pendiri Facebook, salah satu situs jejaring sosial ternama di dunia, ini membuatnya nangkring dalam jajaran 400 orang terkaya di Amerika versi Forbes. Tidak hanya itu, dalam jajaran tersebut ia juga dinobatkan sebagai orang kaya yang paling muda. Forbes mencatatnya sebagai milyarder termuda, atas usaha sendiri dan bukan karena warisan, yang pernah tercatat dalam sejarah.

Semula, Zuckerberg mengembangkan Facebook di dalam kamar asramanya semasa kuliah di Harvard. Anggota pertama yang bergabung dalam Facebook adalah teman-temannya sendiri. Dalam jangka waktu dua minggu, sepertiga dari siswa Harvard telah menjadi anggota tetap Facebook.

Walaupun ia sempat mengenyam pendidikan di Harvard, bahkan merintis Facebook di perguruan tinggi ternama itu, ia tercatat belum menyelesaikan studinya sehingga titel sarjana pun belum disandangnya. Pengguna Facebook terus meningkat dan kini mencapai 100 juta member di seluruh dunia dengan keuntungannya ditaksir mencapai 300 juta dollar per tahun. Malah ada sejumlah orang yang tak lagi jadi mahasiswa atau yang masih di sekolah ingin bergabung.

Jejaring yang dihimpunnya meliputi 55.000 jaringan berdasarkan demografi, pekerjaan, sekolah, kolegial, dan sebagainya. Setiap harinya ada foto yang di-upload (dimasukkan ke Facebook) dan pesan yang dikirim. Prestasi yang diraih Zackerberg tak benar-benar mulus. Sejumlah perkara ia dapatkan sehubungan dengan Facebook, termasuk tudingan yang menyebutkan rancangan Facebook sebenarnya tiruan. Di tengah sejumlah kontroversi itu, nama Facebook dan Mark Zackerberg tetap digemari banyak orang. Bahkan, Microsoft tertarik untuk membeli 1,6 persen saham Facebook dengan nilai 240 juta dollar, akhir Oktober lalu. Transaksi ini menunjukkan nilai kapitalisasi Facebook ternyata lebih tinggi, yaitu sekitar 15 miliar dollar. Setelah itu sejumlah tawaran mengepung Facebook.

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Mark ternyata tak sekadar nekad. Ia punya banyak alasan untuk lebih memilih menyeriusi Facebook. Mark dan rekannya berhasil membuat Facebook jadi situs jaringan pertemanan yang segera melambung namanya, mengikuti tren Friendster yang juga berkembang kala itu. Namun, agar punya nilai lebih, Mark pun mengolah Facebook dengan berbagai fitur tambahan. Dan, sepertinya kelebihan fitur inilah yang membuat Facebook makin digemari. Bayangkan, Ada 9.373 aplikasi yang terbagi dalam 22 kategori yang bisa dipakai untuk menyemarakkan halaman Facebook, mulai chat, game, pesan instan, sampai urusan politik dan berbagai hal lainnya. Hebatnya lagi, sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.

Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Niat Mark Zuckerberg untuk sekadar ‘menyatukan’ komunitas kampusnya dalam sebuah jaringan ternyata berdampak besar. Hal ini telah mengantar pria yang baru berusia 23 tahun ini menjadi miliarder termuda dalam sejarah. Sungguh, kejelian melihat peluang dan niatan baiknya ternyata mampu digabungkan menjadi sebuah nilai tambah yang luar biasa. Ini menjadi contoh bagi kita, bahwa niat baik ditambah perjuangan dan ketekunan dalam menggarap peluang akan melahirkan kesempatan yang dapat mengubah hidup makin bermakna.

January 30, 2009

Sam Ratulangie

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 6:08 am

 

Dr.G.S.S.J. (Gerungan Saul Samuel Jacob) Ratulangie or Ratulangi (November 5, 1890 – June 30, 1949), usually known as Sam Ratulangie, was a Minahasa politician, journalist and teacher from Tondano, North Sulawesi, Indonesia. His famous saying in the Tondano language ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ is translated as ‘man lives to educate others’.

The son of Jozias Ratulangi and Augustina Gerungan, both from well-respected Minahasa families, Sam Ratulangie was born in Tondano, North Sulawesi, at the time a part of the Dutch East Indies. He was a gifted student, who after completing his studies in Tondano and Batavia went to Amsterdam in the Netherlands for further studies. He graduated from a teacher’s college as a science teacher in 1915, studied for two more years at the University of Amsterdam, and in 1919 earned his Ph.D. at the University of Zurich, Switzerland.

On his return to Indonesia, Sam Ratulangie moved to Yogyakarta to teach science at a high school, and then moved on to Bandung to found the insurance company Assurantie Maatschappij Indonesia — the first known instance of the word “Indonesia” being used in an official document. He had already led some Indonesian students’ associations in Europe, and in 1924 was appointed as secretary of the Council of Minahasan Students. He used this position to lobby for more rights and is widely credited with getting the Dutch to abolish forced labor (Herendiensten) in Minahasa.

Appointed to the Volksraad (the Dutch East Indies’ parliament) in 1927, Sam Ratulangie continued to agitate for equal rights and was one of the founding members of the United Scholars of Indonesia (Vereniging van Indonesische Academici) in 1932. He continued to serve in the Volksraad until 1937, when he was arrested and jailed for several months due to his increasing political involvement. He then became the editor of Nationale Commentaren, a Dutch-language news and issues magazine.

In June 1937 his book ‘Indonesia in den Pacific’ was published, a visionary book, in which Sam Ratulangie warned against the militarisation of Japan and the possibility that Japan might invade the Indonesian archipel because of its natural resources which Japan lacks. And he described the leading role Indonesia and other countries in South-East Asia around the Pacific Rim could play – the Pacific Ocean could equal the Atlantic in importance.

In early August 1945, Sam Ratulangie was appointed as one of the members of the Preparatory Committee on Indonesian Independence, and after Sukarno’s unilateral declaration of independence on August 16th, he was thereafter appointed as the governor of Celebes (Sulawesi) in August 22nd. Arrested by the Dutch on April 5th, 1946, he was exiled for three years to Serui on Yapen Island, Western New Guinea. Freed briefly in March 23, 1948 and brought to Yogyakarta, he was captured again on December 25, 1948 when the Dutch occupied Yogyakarta. Due to his failing health, he was released again in Jakarta in February 1949, where he died on June 30.

In August 1961, Sam Ratulangie was posthumously awarded the title of Pahlawan Kemerdekaan Nasional (National Independence Hero) by Sukarno. Manado’s Sam Ratulangi International Airport, the main thoroughfare Jalan Sam Ratulangi and the Sam Ratulangi University are all named after him.

(Source: Wikipedia)

Website:

January 16, 2009

My Earrings

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 5:40 am

 

One of my favorite accessories are earrings, it is very simple and represent my character.

I can use it everyday with different models. The earrings models are with my ideas. Here are some of my collections. I sell it for you if you want some of those models. Please give your commend and leave your phone number.

Cheers

yolanda Kano

 

 
 
 
 
 
 

 

 

 

 

January 7, 2009

memberi..

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 10:39 am

Ada orang yang berangapan bahwa memberi akan membuat dirinya menjadi berkekurangan. Jadi tidak sedikit orang yang menghemat luar biasa untuk menimbun di masa depan. Hal ini tidak lah salah.. karena memang hidup hemat perlu tapi apakah harus menutupi diri dari yang namanya ‘memberi’ atau menderma atau persembahan..

 Arti Memberi dalam kamus besar bahasa indonesia yaitu mem·be·ri v 1 menyerahkan (membagikan, menyampaikan) sesuatu: ia – uang dan pakaian. Atau apa saja yang bisa kita berikan selain benda2 tersebut.

 Ada  acara di salah satu stasiun televisi nasional yang merupakan acara favorit di seluruh dunia yaitu Oprah Show, yang membuat  saya menjadi salut akan usaha dari orang2 yang mengumpulkan dana memberikan uang kepada orang2 yang membutuhkan. Terlihat kesadaran dalam diri mereka bahwa memberi adalah sesuatu yang membuat mereka menyenangkan dan tulus. Dan yang lebih membuat saya kagum adalah ketika seorang anak kecil yang akan berulang tahun mengusulkan kepada orang tuanya bahwa semua hadiah yang nanti dia terima itu akan diberikan kepada teman2 yang membutuhkan. Karena niat nya yang tulus dan membuat bangga orang tuanya, maka niatnya itu pun di kabarkan kepada semua teman2, saudara dan semua yang ada disekitar rumahnya. Dan di akhir cerita, diberikanlah hadiah2 tersebut ke salah satu panti asuhan.  

Setelah melihat acara tersebut saya langsung membawa pikiran saya ke negara tercinta ini……….. Di sini kita perlu belajar banyak dari mereka. Karena mereka itu beranggapan memberi merupakan sesuatu yang menyenangkan. Ada kalanya kita hanya memberi pada saat hari2 yang khusus seperti hari raya keagamaan atau ulang tahun dll. Tapi pernahkan anda memberi sesuatu di saat tidak ada momen yang istimewa dan kepada orang yang tidak istimewa??

Memberi tidak akan membuat kita menjadi miskin… memberi dengan kerelaan atau dengan sukacita akan berbalik menjadi berkat bagi yang memberi dan akan menjadi kelegaan bagi yang membutuhkan.. seperti orang samaria yang memberikan pertolongan kepada seseorang yang jatuh ke tangan para penyamun dalam perjalanan dari Yerusalem ke Yerikoh. Ada banyak orang yang lewat di jalan itu, ada seorang yang terpelajar melewati daerah itu tapi ia hanya melewati nya, kemudian ada seorang pemimpin agama, ia pun hanya melewatinya.. hingga akhirnya, ada seorang yang bukan dari golongan yang sama malah datang menghampiri dan menolongnya.

Ini terbukti bahwa memberi bisa dalam bentuk apa saja asalkan di kerjakan dengan ketulusan semuanya akan menjadi berkat. 

cheers

December 31, 2008

Hillsong United lyrics – Potter’s Hand

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 11:22 am

Beautiful Lord, Wonderful savior

I know for sure all of my days are held in your hands

Crafted into your perfect plans

You gently called me into your presence
Guiding me by Your Holy Spirit
Teach me dear Lord to live all of my life
Through your eyes

I'm captured by your holy calling
Set me apart. I know you're drawing me to yourself
lead me, Lord. I pray

Oh Take me, mold me, use me, fill me
I give my life to the potter's hand

Oh Call me, guide me, lead me, walk beside me
I give my life to the potter's hand

You gently call me into your presence
Guiding me by your holy spirit
Teach me dear lord to live all of my life through your eyes

I'm captured by your holy calling
Set me apart. I know you're drawing me to yourself
lead me, Lord. I pray

Oh Take me, mold me, use me, fill me
I give my life to the potter's hand

Oh Call me, guide me, lead me, walk beside me
I give my life to the potter's hand


JC is my strength, He will be my guide for the year ahead, so I will not worry & afraid

Goodbye 2008...

 

 
 

December 22, 2008

Pola Pikir Kita

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 4:07 am

Dalam perjalanan pulang dari kantor menuju kampus, saya merasa terganggu dengan jalanan yang biasanya saya lewati mulus tetapi sekarang semakin bergelombang. Bahkan terlihat disengaja oleh petugas jalanan dengan membuat garisan2 yang dalamnya kurang lebih 15cm. Dan garisan2 tersebut berjarak kurang lebih 3km. Saya menggerutu dalam hati, ‘tidak ada kerjaan kerjaan saja para petugas jalanan itu, hanya memperparah kondisi jalan saja.’ Setelah hampir satu minggu jalanan tersebut di diamkan begitu saja, ternyata ada perubahan. Jalanan yang tadinya mengganggu kenyamanan saya, sekarang menjadi sangat mulus tanpa gelombang. Dan bahkan terlihat lebih rapi dari sebelumnya. Petugas jalanan mengerjakannya pada malam hari dan pada siang harinya kita akan menikmati kemulusan jalan tersebut. Setiap saya melewati jalan itu saya tersenyum mengingat bahwa rasa terganggu saya sudah terjawab, ternyata ada yang baik setelah gelombang – gelombang tersebut.

 

Begitu juga dalam bekerja di suatu perusahaan, tanpa kita sadari ritme kerja yang sudah biasa dikerjakan secara tidak sadar telah membuat kita terlena. Selama ini mungkin sudah terbiasa bekerja dengan pekerjaan yang kita anggap mulus, beranggapan selama atasan tidak menegur semuanya baik2 saja. Kalaupun ada teguran atau perintah dari atasan semua bisa di atasi. Tapi pada saat ada sistem atau gebrakan baru dari atasan yang mengharuskan kita berubah untuk suatu kemajuan, saya yakin, tidak sedikit dari kita akan menolak. Dengan alasan bahwa hal baru itu tidak cocok di tempat ini atau tidak biasa dengan yang baru, bahkan menganggapnya  hal tersebut adalah sebuah keanehan. Gelombang-gelombang itupun muncul dan membuat kita merasa terganggu. Secara tidak sengaja ternyata kita telah membuat ‘kesenjangan’ dengan pembaruan tersebut. Dan merasa terusik, tanpa berpikir ada hal yang baik dibalik gelombang tersebut. Kita hanya menginginkan sesuatu yang ‘biasanya’ saja. Dari sinilah akan terlihat siapakah yang mempunyai rasa kepemilikian (Sense of belonging) atas pekerjaan atau tidak. Karena mereka yang mempunyai rasa tersebut, akan menikmati hal2 yang biasa dan yang luar biasa. Bagi mereka itu adalah suatu pembelajaran dan pengetahuan untuk suatu kemajuan. Bagaimana mungkin kita bisa maju kalau hanya memikirkan tanpa melakukan perubahan?  Mungkin sudah saatnya kita bergerak maju untuk mengubah cara berpikir kita tentang “kebiasaan lama” yang tidak kita sadari sudah menjadi tuhan. Bukan kah selama ini tidak ada yang bisa bekerja sendiri dalam satu perusahaan?

Awal mula semua bisa berhasil adalah dari dalam diri sendiri dan akhirnya keluar menjadi hasil yang bisa dinikmati bersama.

 

Mungkin pernyataan yang saya kutip dari salah satu presiden Amerika mengatakan “Jangan Tanya apa yang perusahaan beri untuk kita tetapi tanyakanlah kepada diri kita masing-masin apakah yang sudah kita beri kepada perusahaan” itu baik untuk implementasikan.. Berpikir Positif itu mudah kalau memang kita mau menerima dan melakukannya dengan ketulusan dan sukacita. Tetapi kalau tetap beranggapan semua tidak bisa, maka semuanya tidak akan terlaksana sesuai yang ada dalam pikiran. Alampun telah memberikan hal hal yang positif itu kepada diri kita, tinggal bagaimana caranya menarik hal positif itu supaya jadi kenyataan..

 

Marilah berpikir positif dan mulai mengajak diri anda sendiri untuk mengeluarkan pernyataan bahwa saya bisa, Kita bisa sambil melakukannya dengan hati yang terbuka.

 

Tetap Semangat… yakinkan pada diri sendiri bahwa perubahan untuk kemajuan bersama bisa terwujud dengan YES I CAN

December 18, 2008

Hello world!

Filed under: Uncategorized — yolandakano @ 8:16 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.